Beginilah hidupku,
Memiliki tapi tak seperti memiliki,
Memiliki tapi tak bisa memeluk,
Memiliki tapi tak bisa mengecup,
Memiliki tapi tak bisa mengatakan bahwa aku menyayangimu,
Memiliki tapi tak bisa mengungkapkan betapa berharganya engkau untukku,
Karena engkau lebih menyenangi apa yang tak kupunya,
Karena engkau amat menghargai apa yang tak kumiliki,
Tolong lihat aku di sini,
Karena aku pun salah satu bentuk karuniaNya untukmu,
Apa engkau tahu??
Selama ini aku berjalan tanpa rasa percaya diri,
Karena engkau tak menyukai bahkan mengutuki keberadaanku di sini,
Mungkin engkau tak menyadari renggutan itu membekas di hati hingga kini,
Dan menjadi penyebab luka di sana sini,
Adakah ini salahku?
Maaf, tapi sebelumnya tak pernah kuberkeinginan hadir dalam kehidupanmu,
Apakah aku masih bisa mempercayai orang lain, sedang engkau sendiri tak bisa kupercaya?
Terlabih mengenai selamat atau tidaknya kukelak,
Ya mungkin luka itu yang membuatku trauma dan tak percaya pada sesama,
Maafkan aku....
Yang tak mampu memenuhi segala keinginanmu, karena aku pun tak memiliki kuasa untuk mencukupi kebutuhanku sendiri,
Aku tak percaya lagi ada yang tulus selain Tuhanku,
Karena hanya Dia Dzat yang menciptakanku,
Karena hanya Dia Dzat yang mencukupi kebutuhanku,
Karena hanya Dia Dzat yang tak pernah bosan mengurusku,
Karna hanya Dia Dzat yang tak pernah letih membersamaiku,
Karena hanya Dia Dzat yang membuatku tertawa dan menangis,
Karena hanya Dia Dzat yang selalu bergembira mendengar ceritaku,
Tuhanku....
Dia tak menerimaku,
Maka ampuni dia dan ampunilah juga aku.