Rabu, 11 Desember 2013

SECANGKIR AIR DARI TELAGA AL-KAUTSAR

Seorang lelaki tengah berdiri di tepi telaga itu,
Tampaknya ia sedang menanti orang yang dirindukannya,
Jika dilihat dari parasnya yang rupawan dan bercahaya, terlihat ia bukanlah orang biasa,
Karena belum pernah kulihat wajah bersinar seperti itu sebelumnya,
Dia tersenyum melihat kedatangan kami,
Dalam hatiku bertanya "Apakah aku juga termasuk orang yang dinantinya?"
Dia melambaikan tangan sambil tersenyum, seraya berkata "Marhabban ayyuhal insaan, silahkan mendekat dan silahkan minum."
Di telaga itu bertebar cangkir kemilau sebanyak bilangan bintang gemintang,
Airnya menebar wangi yang lebih harum dari kasturi,
Rasanya lebih lembut dari susu,
Dan lebih manis dari madu,
Kucoba meneguk kembali air itu,
Namun tiba-tiba ada yang merampas cangkirku dan menyeretku sambil berkata
"Tempatmu bukanlah di sini!!!
Tapi di sana di neraka!!!
Di sana telah menunggu siksa bagimu dan jamuanmu ialah air mendidih, nanah, dan zakkum!!! Itulah balasan bagi pendosa sepertimu!!!"
Ia berdiam sejenak, melihatku dihalau dari telaganya,
Lalu dia berbicara penuh cinta dengan mata berkaca-kaca,
"Ya Rabbi..." serunya sendu
"Mereka bagian dariku, mereka umatku!"
Tetapi ada suara yang menjawab,
"Engkau tak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!!"
Maka celakalah aku..

#DDU

1 komentar: